Kamis, 26 Februari 2015

Janji Surat Ke - 3

Mencintaimu Dalam Jarak
By : Arinda M S       

Detik demi detik silih berganti
Memberikan noda di setiap goresan penaku
Membawaku ke dalam hidup tanpa arti
Perlahan kisah ini ku dampingi dengan kecewaku

Bertahan dengan ketidakpastian hati
Berteman dengan rindu yang menggebu tiada tepi
Semoga saja hidupku tak seperti ironi
Biarkanlah luka ini ku rasakan tanpa simpati

Menjaga hati dengan jarak sejauh ini
Semoga saja kau mengerti perasaan ini
Waktuku yang sia - sia selama ini
Yang ku korbankan untuk penantian ini

Atas nama cinta aku dapat bertahan sendiri
Kalaupun tidak, pastilah aku sudah pergi
Menjaga untuk saling menjaga janji
Melawan rasa rindu yang mengusik relung hati

Waktu terus berputar setiap hari
Tak dapat ku pungkiri lagi
Hampir 1 tahun sudah kau tinggal aku sendiri
Tinggalkan diriku di dalam sepi yang tak bertepi

Oh, cintaku...
Semoga kau mengerti tentang pengorbananku
Aku mencintaimu  dalam rinduku
Dalam jarak yang memisahkan ku denganmu

Tak dapat ku pungkiri perasaanku
Ketika malamku penuh namamu
Atas kerinduan yang takut terlupakan oleh waktu
Dan aku hanya bisa melihat bayanganmu

Aku percaya kita bisa
Jarak ini mendewasakan kau dan aku
Tentang arti sebuah kesetiaan yang sebenarnya
Hanya dapat bertemu dalam ruang dan waktu tertentu

Semoga saja kisah ini akan tetap ada
Dalam mimpi atau pun dalam nyata
Cinta dan sayang  ini akan tetap terjaga
Meskipun dalam jarak yang semestinya

Hanya do'a yang tetap selalu terucapkan
Untukmu agar tidak melupakan
Tentang kita, tentang sebuah kesetiaan
Dan tetap menunggu durasi kebersamaan

Semoga kau dan aku tetap menjadi kita
Dalam kisah cinta penuh nestapa
Terpisahkan oleh jarak yang ada
Kuncinya harus yakin dan saling percaya

Bahwa aku akan tetap bertahan  menunggumu
Dengan kekuatan segenap perasaanku
Mempertahankanmu dalam durasi waktu
Dalam keadaan penuh rindu yang menggebu



Janji Surat Ke - 2

Kau Bersamanya
 By : Arinda M S           

Kini ku berjalan sendiri atas nama hari

Melewati hidup beradukan sepi
Sebuah harap kini hanya ada dalam mimpi
Laksana siang tanpa matahari
     Kau pergi bersama orang yang lebih kau sayangi
     Tanpa pernah kau mengerti
     Kau telah tinggalkan segenap hati
     Menimbulkan luka yang kini takkan terobati
Hanya bayangmu yang hadir dalam lamunanku
Ku teringat saat kau masih ada disampingku
Bersama dalam keluhku dan bahagiaku
Jujur, kau selalu hadir di setiap hela nafasku
     Namun itu dulu sebelum kau menghilang
     Tanpa reka kau ukir kisah dari hati yang telah terbuang
     Kini kau jauh dari pandang
     Berpacu pada lagu atas alunan nada yang sumbang
Semua kenangan kita
Baik suka maupun duka
Baik tangis maupun tawa
Kini aku hanya menganggap itu semua takkan pernah ada
     Kau gores perlahan kepingan hati ini
     Hingga menimbulkan seribu luka di hati
     Kau takkan pernah terganti
     Meski kini kau takkan ku miliki  lagi

Janji Surat Ke - 1

 Penaku Berbicara
By : Arinda M S        

Kita berjumpa dalam waktu
Bersama dalam isyarat hati ketika bertemu
Kita memang sama - sama berpura - pura tidak tahu
Dan saat itulah, perasaanku masih terikat oleh rindu yang semakin menggebu

Kita memang tak pernah berbicara 
Apalagi bertatap muka
Kita hanya sama - sama saling memperhatikan
Namun hanya dari kejauhan

Aku mulai berharap padamu
Aku mulai menyayangimu dalam diamku
Mencoba memahamimu dengan firasat batinku
Dan menunggumu dengan segenap ketulusanku

Namun, aku mulai ragu
Ketika kau berjalan bersama, dengan orang yang bukan aku
Aku tak bisa berkata apa - apa kepadamu
Tapi yang pasti aku CEMBURU

Ketika penaku berbicara sesuai perasaanku
Semua keluh batinku beradu dalam rangkaian aksara penuh belenggu
Atas isyarat hati yang kini telah berada dalam untaian rasa kecewaku
Semoga kau tahu, aku disini masih terus memperhatikanmu dalam diamku