Kamis, 16 April 2015

Janji Surat Ke - 8

Firasat Keraguan Dalam Terka ku
                                                                                                                              Malam 11 April 15
                                                                                                                            By : Arinda MS  
Bulan mulai berotasi pada masanya
Bintang pun tak kalah bertebar dalam malamnya
Sepertinya, malam ini tak beranjak dari malam – malam sebelumnya
Tetap sama, hanya sepi yang menjelma

Sendu ini masih beterbangan dalam lamunanku
Gundah yang masih berkeliaran dalam fikiranku
Firasat apa yang dirasakan dengan hatiku ?
Ketika solusi tak mampu menenangkan perasaanku

Apa yang kau sembunyikan?
Apa yang kau simpan?
Batinku tak mampu lagi menerka – nerka
Pada keluh siksa yang tak disangka

Firasat ini mulai memberontak
Ketika perkataanmu yang mulai berbeda dari sebelumnya
Batin ini mulai menyesak
Ketika kau tak peduli dengan perasaan yang sebenarnya

Ada yang mengganjal di fikiranmu
Ada yang berbeda di pandanganmu
Aku yang mulai ragu dengan perasaanmu
Bahkan sehari penuh tanpa senyummu

Aku terhenyak dalam lamunanku
Aku teringat bahwa pernah ada sebelum aku
Yang pasti lebih sempurna dari diri ini
Apa mungkin kau kembali ?

Apa sebenarnya yang terjadi padamu?
Apa ada yang lain selain diriku?
Apa kamu tak nyaman denganku?
Apa sebenarnya yang mengganggu fikiranmu?

Insyaratmu berbeda jauh dari sebelumnya
Letih benakku menerka batinmu
Keraguanku yang mulai tampak sebenarnya
Atas firasat lain dalam ketertutupanmu

Sungguh aku menyayangimu
Namun nyatanya aku telah terjebak
Pada lingkaran kisah kehidupanmu
Dengan segenap rasa yang kini telah terhentak

Sampai kapan kau terus sembunyi?
Sampai kapan kau buat aku begini?
Penuh keraguan yang menjadi – jadi
Bahkan kau tak berlaku sedikitpun pada hati ini


Janji Surat Ke - 7

Kenangan Itu
                                                                                                                                     By : Arinda MS   
             
Waktu telah temukan kita
Antara kau dan aku dalam satu masa
Tawamu yang selalu hadirkan bahagia
Namun kini telah hilang tak tersisa

Seribu kenangan kita lewati
Atas nama hanya sahabat kita jalani
Saling melengkapi dan memahami
Sampai kita berpisah dan berjalan sendiri – sendiri

Aku merindukan “kita”
Ketika kita saling berbagi canda
Dan kau yang selalu mengerti segalanya
Namun itu dulu ketika kita masih bersama

Sampai aku tahu...
Kepergianmu hanya karna dia lebih dariku
Aku yang memang tak sempurna dimatamu
Namun apakah ketidaksempurnaanku adalah balasan dari kepergianmu?

Aku sungguh kecewa dengan keputusanmu
Yang lebih memilih pergi dan meninggalkanku
Aku memang tak pantas lagi berharap padamu
Yang mengacuhkan dan telah melepaskanku

Dalam kegelapan kau seret aku perlahan
Atas nama luka penuh kenangan
Bersama gundah penuh tangisan
Terbayang dia yang telah lupakan

Kini ku coba relakan dan lupakan
Kepergianmu atas kisah kita dalam duka
Meski dalam hampa, nyatanya aku masih bertahan
Bertahan tanpa kepastian dalam memperjuangkan kenangan akan kisah kita

Minggu, 01 Maret 2015

Janji Surat Ke - 6

Bukan Siapa - Siapa
By : Arinda M S

     Lama sudah ku pendam ini. Atas kenyamanan yang membuatku terpaku. Rentang waktu yang semakin merusak relung hati ini. Melihat kau bersamanya sepanjang waktu. Entah apa yang ada di fikiranku. Dia miliknya! Dan itu adalah kenyataan yang harus ku terima. Tak berhak aku untuk cemburu. Memangnya aku siapa? Jauh bukan siapa - siapa di hidupnya, Tapi masih tak dapat ku relakan. Perhatiannya yang membuatku bertahan.
     Tapi itu dulu, ketika kita masih sedekat nadi. Dan setelah aku mengetahuinya, bahwa kamu masih miliknya. Perlahan kita mulai jauh dan tak sedekat dulu. Kau hadapkan aku dengan sikap perhatianmu yang kini semakin memudar. Dan aku sangat merasakan akan hal itu. Lalu, apa dayaku? Pantaskah aku untuk marah? Pantaskah aku untuk cemburu? Sedangkan kini aku hanya berstatus "Bukan Siapa - Siapa".
     Kenyataan ini semakin membuatku mengerti. Dia lebih berharga. Dia lebih baik. Dia jauh lebih mengertimu. Aku paham, aku yang salah, aku yang terlalu berharap lebih. Aku sadar aku harus pergi perlahan. Ketika rasa ini telah jauh darimu. Ketika aku terus selalu berusaha keras untuk pergi. Kenapa engkau harus hadir lagi? Hadir dalam hariku lagi. Kenapa engkau begini? Sadarkah? Selama ini aku diam. Selama ini aku mencoba terima perlakuanmu itu. Kau ceritakan semua perasaanmu. Tahukah kamu? Bagaimana rasanya? Saat kau khawatir, kecewa, sedih, panik, marah hanya karna dia sibuk dan tak membalas pesanmu. Sedangkan, apa kau tahu perasaanku? Ketika kau tak membalas pesanku hanya karna kau sibuk dengan dia. Aku tersenyum dan aku hanya berpura - pura tidak terjadi apa - apa denganku, dengan hatiku. 
     Oh, aku lupa.. Pantaskah aku merasakan hal itu? Pantaskah aku menuntut lebih perhatianmu? Aku lupa aku bukan siapa - siapa. Tak pantas aku untuk merasakannya. Tapi, apa kau tahu bagaimana rasanya memendam luka? Sepertinya kau paham betul akan hal itu. Tolong, kali ini aku pergi dan tak ingin mengusikmu dengan dia. Aku tahu, aku tak pantas berkata begini. Semoga kau mengerti kepergianku. Karena aku telah sadar, "Aku Bukan Siapa - Siapa" untukmu, untuk hatimu, dan untuk hidupmu.

Janji Surat Ke - 5

Sepertinya Aku Mencintaimu
By : Arinda M S

Entah apa yang ada di fikiranku
Aku tersesat jauh dari jalanku
Karena dia yang aku puja dalam hatiku
Telah sekian lama rasa ini ku pendam dalam hidup dan matiku
Menunggu dia peka terhadap apa yang aku rasa waktu itu
Sepertinya aku mencintaimu
Pada setiap percakapan kecil yang berubah menjadi perhatian sederhana yang kau perlihatkan padaku
Sepertinya aku mencintaimu
Dengan kebisuan yang kau sampaikan padaku
Kita hanya berbicara lewat tatapan mata
Sepertinya aku mencintaimu
Karena sering merindukanmu
Karena aku bahkan tak tahu mengapa aku begitu menggilaimu
Sepertinya aku mencintaimu
Kepadamu yang masih saja tak mengerti perasaanku
Entah, aku masih saja bingung dengan apa yang aku rasakan
Ini cinta atau hanya ketertarikan sesaat?
Lalu, mengapa aku merasa sangat rindu ketika kau tak hadir dalam malamku?
Mengapa aku merasa cemburu saat kau dekat dengan orang yang bukan aku?
Hatiku masih saja bertanya - tanya dalam keadaan ini
Andai saja kau tahu
Aku selalu memperhatikanmu dalam tatapan mataku
Namun selalu mengalihkan pandangan saat matamu beralih kepadaku
Aku mungkin hanya bermimpi untuk mendapatkan pria setinggi kamu
Namun, apalah dayaku, tak dapat ku pungkiri perasaanku
Aku terlalu berharap kepadamu
Salahkah bila kamu ku nomor satukan
Salahkah bila aku selalu memujamu
Tanpa sadar, namamu selalu ku ucap dalam setiap do'aku
Namun, aku juga baru menyadari  kau bukan milikku
Tak pantas aku berharap setinggi itu

Janji Surat Ke - 4

Perkenalan Itu
By : Arinda M S


Aku teringat saat pertama kali mengenalmu
Nuansa berbeda ku rasakan saat berada di sampingmu
Deretan titinada sendu ikut menjadi saksi atas perkenalan kita waktu itu
Inikah awal dari timbulnya perasaan itu?

Menimbulkan rasa bahagia yang berbeda
Andai kau tahu bagaimana rasanya
Untaian kata manismu dulu, telah menimbulkan harapan yang tak pernah ku rasa sebelumnya
Fatamorgana lisanmu yang membuat aku percaya
Alangkah bahagianya ketika perhatianmu masih ada
Laksana musim gugur yang berubah menjadi musim semi dalam durasi yang begitu cepatnya

Fikiranku selalu terbayang oleh dirimu
Akankah ini yang dinamakan cinta semu?
Dalam diam ku ratapi perasaanku
Letih hatiku menahan rasa rindu kepadamu
Isyaratmu yang kini tak hadir lagi dalam hari - hariku
Lupakan semua tentang kau dan aku di masa lalu

Kamis, 26 Februari 2015

Janji Surat Ke - 3

Mencintaimu Dalam Jarak
By : Arinda M S       

Detik demi detik silih berganti
Memberikan noda di setiap goresan penaku
Membawaku ke dalam hidup tanpa arti
Perlahan kisah ini ku dampingi dengan kecewaku

Bertahan dengan ketidakpastian hati
Berteman dengan rindu yang menggebu tiada tepi
Semoga saja hidupku tak seperti ironi
Biarkanlah luka ini ku rasakan tanpa simpati

Menjaga hati dengan jarak sejauh ini
Semoga saja kau mengerti perasaan ini
Waktuku yang sia - sia selama ini
Yang ku korbankan untuk penantian ini

Atas nama cinta aku dapat bertahan sendiri
Kalaupun tidak, pastilah aku sudah pergi
Menjaga untuk saling menjaga janji
Melawan rasa rindu yang mengusik relung hati

Waktu terus berputar setiap hari
Tak dapat ku pungkiri lagi
Hampir 1 tahun sudah kau tinggal aku sendiri
Tinggalkan diriku di dalam sepi yang tak bertepi

Oh, cintaku...
Semoga kau mengerti tentang pengorbananku
Aku mencintaimu  dalam rinduku
Dalam jarak yang memisahkan ku denganmu

Tak dapat ku pungkiri perasaanku
Ketika malamku penuh namamu
Atas kerinduan yang takut terlupakan oleh waktu
Dan aku hanya bisa melihat bayanganmu

Aku percaya kita bisa
Jarak ini mendewasakan kau dan aku
Tentang arti sebuah kesetiaan yang sebenarnya
Hanya dapat bertemu dalam ruang dan waktu tertentu

Semoga saja kisah ini akan tetap ada
Dalam mimpi atau pun dalam nyata
Cinta dan sayang  ini akan tetap terjaga
Meskipun dalam jarak yang semestinya

Hanya do'a yang tetap selalu terucapkan
Untukmu agar tidak melupakan
Tentang kita, tentang sebuah kesetiaan
Dan tetap menunggu durasi kebersamaan

Semoga kau dan aku tetap menjadi kita
Dalam kisah cinta penuh nestapa
Terpisahkan oleh jarak yang ada
Kuncinya harus yakin dan saling percaya

Bahwa aku akan tetap bertahan  menunggumu
Dengan kekuatan segenap perasaanku
Mempertahankanmu dalam durasi waktu
Dalam keadaan penuh rindu yang menggebu



Janji Surat Ke - 2

Kau Bersamanya
 By : Arinda M S           

Kini ku berjalan sendiri atas nama hari

Melewati hidup beradukan sepi
Sebuah harap kini hanya ada dalam mimpi
Laksana siang tanpa matahari
     Kau pergi bersama orang yang lebih kau sayangi
     Tanpa pernah kau mengerti
     Kau telah tinggalkan segenap hati
     Menimbulkan luka yang kini takkan terobati
Hanya bayangmu yang hadir dalam lamunanku
Ku teringat saat kau masih ada disampingku
Bersama dalam keluhku dan bahagiaku
Jujur, kau selalu hadir di setiap hela nafasku
     Namun itu dulu sebelum kau menghilang
     Tanpa reka kau ukir kisah dari hati yang telah terbuang
     Kini kau jauh dari pandang
     Berpacu pada lagu atas alunan nada yang sumbang
Semua kenangan kita
Baik suka maupun duka
Baik tangis maupun tawa
Kini aku hanya menganggap itu semua takkan pernah ada
     Kau gores perlahan kepingan hati ini
     Hingga menimbulkan seribu luka di hati
     Kau takkan pernah terganti
     Meski kini kau takkan ku miliki  lagi

Janji Surat Ke - 1

 Penaku Berbicara
By : Arinda M S        

Kita berjumpa dalam waktu
Bersama dalam isyarat hati ketika bertemu
Kita memang sama - sama berpura - pura tidak tahu
Dan saat itulah, perasaanku masih terikat oleh rindu yang semakin menggebu

Kita memang tak pernah berbicara 
Apalagi bertatap muka
Kita hanya sama - sama saling memperhatikan
Namun hanya dari kejauhan

Aku mulai berharap padamu
Aku mulai menyayangimu dalam diamku
Mencoba memahamimu dengan firasat batinku
Dan menunggumu dengan segenap ketulusanku

Namun, aku mulai ragu
Ketika kau berjalan bersama, dengan orang yang bukan aku
Aku tak bisa berkata apa - apa kepadamu
Tapi yang pasti aku CEMBURU

Ketika penaku berbicara sesuai perasaanku
Semua keluh batinku beradu dalam rangkaian aksara penuh belenggu
Atas isyarat hati yang kini telah berada dalam untaian rasa kecewaku
Semoga kau tahu, aku disini masih terus memperhatikanmu dalam diamku