Minggu, 01 Maret 2015

Janji Surat Ke - 6

Bukan Siapa - Siapa
By : Arinda M S

     Lama sudah ku pendam ini. Atas kenyamanan yang membuatku terpaku. Rentang waktu yang semakin merusak relung hati ini. Melihat kau bersamanya sepanjang waktu. Entah apa yang ada di fikiranku. Dia miliknya! Dan itu adalah kenyataan yang harus ku terima. Tak berhak aku untuk cemburu. Memangnya aku siapa? Jauh bukan siapa - siapa di hidupnya, Tapi masih tak dapat ku relakan. Perhatiannya yang membuatku bertahan.
     Tapi itu dulu, ketika kita masih sedekat nadi. Dan setelah aku mengetahuinya, bahwa kamu masih miliknya. Perlahan kita mulai jauh dan tak sedekat dulu. Kau hadapkan aku dengan sikap perhatianmu yang kini semakin memudar. Dan aku sangat merasakan akan hal itu. Lalu, apa dayaku? Pantaskah aku untuk marah? Pantaskah aku untuk cemburu? Sedangkan kini aku hanya berstatus "Bukan Siapa - Siapa".
     Kenyataan ini semakin membuatku mengerti. Dia lebih berharga. Dia lebih baik. Dia jauh lebih mengertimu. Aku paham, aku yang salah, aku yang terlalu berharap lebih. Aku sadar aku harus pergi perlahan. Ketika rasa ini telah jauh darimu. Ketika aku terus selalu berusaha keras untuk pergi. Kenapa engkau harus hadir lagi? Hadir dalam hariku lagi. Kenapa engkau begini? Sadarkah? Selama ini aku diam. Selama ini aku mencoba terima perlakuanmu itu. Kau ceritakan semua perasaanmu. Tahukah kamu? Bagaimana rasanya? Saat kau khawatir, kecewa, sedih, panik, marah hanya karna dia sibuk dan tak membalas pesanmu. Sedangkan, apa kau tahu perasaanku? Ketika kau tak membalas pesanku hanya karna kau sibuk dengan dia. Aku tersenyum dan aku hanya berpura - pura tidak terjadi apa - apa denganku, dengan hatiku. 
     Oh, aku lupa.. Pantaskah aku merasakan hal itu? Pantaskah aku menuntut lebih perhatianmu? Aku lupa aku bukan siapa - siapa. Tak pantas aku untuk merasakannya. Tapi, apa kau tahu bagaimana rasanya memendam luka? Sepertinya kau paham betul akan hal itu. Tolong, kali ini aku pergi dan tak ingin mengusikmu dengan dia. Aku tahu, aku tak pantas berkata begini. Semoga kau mengerti kepergianku. Karena aku telah sadar, "Aku Bukan Siapa - Siapa" untukmu, untuk hatimu, dan untuk hidupmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar